Pengobatan Dan Alhikmah Ilmu Banten
Pengertian Wujud Menurut Sifat-Sifat 20 Allah Reviewed by Rama Banten RB on 00:24 Rating: 4,8

Pengertian Wujud Menurut Sifat-Sifat 20 Allah

Pengertian Wujud Menurut Sifat-Sifat 20 Allah

Wujud (ada) disebut sifat nafsiyyah yang artinya sesungguhnya allah itu ada dan keberadaan itu pasti tidak diragukan lagi. Sifat ini juga menegaskan dimana allah menjadi tidak ada tanpa adanya sifat tersebut.

Wujud artinya ada dan sifat mustahilnya 'Adam artinya tidak ada. Untuk membuktikan bahwa allah itu ada bukan hal yang mudah, kecuali bagi orang-orang yang memiliki keimanan yang luhur.

Memang kita tidak dapat melihat wujud allah secara langsung, Tetapi dengan menggunakan akal kita dapat menyaksikan ciptaannya. Contohnya  : darimana alam semesta ini berasal? pastinya ada yang menciptakannya.

Untuk membuktikan bahwa allah itu ada  tergantung kepada  pengetahuan  dan cara berfikir setiap orang. ada orang yang pengetahuan dan cara berfikir sederhana, dia bisa membuktikan keberadaan allah dengan dalil yang sangat sederhana pula. Contohnya seperti yang telah  dikisahkan dalam pelajaran sebelumnya,  pernah seorang badui (Arab dari pegunungan) ditanya,'' darimana kau mengetahui bahwa allah itu ada? kebetulan di muka orang badui tadi ada kotoran unta. ia menjawab'' apakah kau lihat kotoran unta ini? Setiap ada  kotoran unta pasti ada untanya. Tidak mungkin kotoran unta itu berada dengan sendirinya. ya sudah pasti ada pembuatnya. bahkan sampai benda-benda yang sederhana saja seperti jarum ada yang membuatnya, tidak mungkin jarum jarum itu jadi dengan sendirinya. apalagi sekarang dunia sudah bertambah  maju dan teknologi sudah jauh semakin canggih.

Karena kita tidak bisa melihat allah, bukan berarti allah itu tidak ada. Allah ada. Meskipun kita tidak bisa melihatnya, tapi kita bisa merasakan ciptaanya.

Pikirkankanlah ciptaan Allah dan jangan kamu memikirkan (Dzat) Allah. (HR Thabrani)

Pernyataan bahwa allah itu tidak ada hanya karena panca indra manusia yang sangat terbatas, karena allah tidak bisa diraba dan tidak bisa dilihat, makanya kita tidak bisa mengatahui keberadaan allah kecuali dengan bukti-bukti ciptaannya. 

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan dan Dia-lah yang Maha Halus lagi Maha mengetahui. (QS al-An’am: 103)
Semoga Bermanfaat.

Newer post Older post Home